Meski Impresif, Arda Guler Bukan Pengganti Luka Modric
2026-02-09 17:36:10 By Ziga
Real Madrid sukses membawa pulang tiga poin dari Mestalla usai menaklukkan Valencia dengan skor 2-0, Minggu. Kemenangan ini menjaga peluang Los Blancos dalam perburuan gelar LaLiga, dengan jarak yang tetap ketat dari Barcelona di puncak klasemen.
Namun, hasil positif tersebut tidak diraih dengan mudah. Pasukan Alvaro Arbeloa baru mampu memecah kebuntuan memasuki pertengahan babak kedua lewat gol Alvaro Carreras pada menit ke-65. Kylian Mbappe kemudian mengunci kemenangan lewat gol di masa injury time.
Di balik kemenangan itu, performa Madrid kembali memunculkan tanda tanya. Masalah lama yang kerap muncul dalam beberapa laga terakhir kembali terlihat, terutama terkait kurangnya kontrol permainan di sektor tengah.
Ketiadaan sosok pengatur tempo masih menjadi pekerjaan rumah besar. Kepergian Toni Kroos dan Luka Modric belum sepenuhnya teratasi, meninggalkan kekosongan peran vital yang hingga kini belum menemukan pengganti sepadan.
Real Madrid sempat mencoba memaksimalkan Arda Guler dengan memberinya peran yang mendekati karakter Modric. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum memberikan hasil yang diharapkan, setidaknya berdasarkan analisis sejumlah pengamat.
Pengamat sepak bola Spanyol, Rafa Alkorta, menilai Guler memang memiliki kualitas teknik yang menonjol, tetapi perannya tidak ideal untuk mengisi posisi tersebut.
“Dia pemain bertalenta dan mungkin memiliki sentuhan terbaik di antara gelandang Madrid, tetapi dia tidak merasa nyaman bermain di sana,” kata Alkorta kepada Cadena SER.
“Dia terbiasa bermain dengan kebebasan penuh, seperti saat di Turki, ketika tim dibangun di sekelilingnya. Di Madrid, tuntutannya berbeda. Selain kreativitas, dia harus bekerja untuk keseimbangan lini tengah. Itu bukan soal usaha, melainkan karakter. Dan dia bukan Modric.”
Alkorta menambahkan bahwa Modric sendiri datang ke Madrid sebagai gelandang menyerang. Namun, melalui etos kerja dan kecerdasan taktik, perannya berevolusi menjadi pemain yang komplet, berkontribusi baik saat menguasai bola maupun tanpa bola.
Perbandingan tersebut justru menegaskan jarak antara keduanya. Menurut Alkorta, kontribusi Guler ketika tim kehilangan bola masih belum konsisten, membuatnya kerap tertinggal dalam dinamika permainan.
Pendapat serupa juga diungkapkan analis lainnya, Antonio Romero. Ia menilai ekspektasi tinggi terhadap Guler sejak awal musim perlu diturunkan ke level yang lebih realistis.
“Dia punya teknik luar biasa, mampu memberi umpan akhir, cocok bermain dengan Mbappe, dan efektif dalam situasi bola mati. Semua itu jelas kualitas besar,” ujar Romero.
“Namun gambaran bahwa dia akan langsung memikul tanggung jawab ofensif lini tengah Real Madrid perlu dikaji ulang. Itu tantangan yang sangat berbeda.”
Sedang Tayang
🔥 Populer