Arne Slot Sebut Gaya Bermain Lebih Penting dari Trofi? Kritik Keras Langsung Mengalir

2026-02-06 00:15:03 By Ziga

Pernyataan kontroversial dilontarkan manajer Liverpool, Arne Slot, di tengah performa The Reds yang belum meyakinkan musim ini. Slot menyebut bahwa gaya bermain yang menghibur lebih penting ketimbang sekadar mengoleksi trofi—sebuah pandangan yang langsung memantik kritik tajam dari berbagai pihak.

Situasi Liverpool di Liga Inggris memang sedang tidak ideal. Hingga pekan terkini, Si Merah terpuruk di peringkat keenam klasemen dengan raihan 39 poin. Mereka tertinggal cukup jauh dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen, dengan selisih mencapai 14 angka. Kondisi ini membuat tekanan terhadap Slot semakin besar, sekaligus memicu spekulasi mengenai masa depannya di Anfield.

Di tengah sorotan tersebut, Slot mencoba memberikan pembelaan atas performa timnya. Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa ia lebih memilih Liverpool bermain dengan identitas sepak bola yang atraktif dan menghibur, meski tanpa trofi, ketimbang meraih gelar dengan permainan yang dianggap tidak menarik.

Namun, pandangan itu justru menuai respons keras. Salah satu kritik paling tajam datang dari mantan pemain Liga Inggris, Jamie O’Hara. Ia secara terbuka menyebut pernyataan Slot sebagai sesuatu yang keliru dan jauh dari esensi sepak bola kompetitif.

“Sama sekali tidak. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang dia bicarakan. Dalam sepak bola, semuanya adalah tentang memenangkan trofi,” ujar O’Hara dalam pernyataannya di Sky Sports.

O’Hara menilai bahwa trofi tetap menjadi tolok ukur utama kesuksesan sebuah tim, terutama klub sebesar Liverpool. Menurutnya, tidak ada korelasi logis antara mengorbankan ambisi juara demi sekadar tampil atraktif.

“Anda tidak bisa memenangkan trofi dengan sepak bola yang buruk. Tapi saya juga tidak yakin apa yang sebenarnya dia maksud,” lanjutnya.

Lebih jauh, O’Hara bahkan mempertanyakan klaim Slot soal permainan indah Liverpool. Ia menilai apa yang ditampilkan The Reds di lapangan justru bertolak belakang dengan narasi tersebut.

“Dia berbicara tentang sepak bola yang indah, padahal faktanya tidak seperti itu. Liverpool saat ini membosankan untuk ditonton, dan tim-tim lawan sudah menemukan cara untuk merusak permainan mereka,” kata O’Hara.

Sebagai pembanding, O’Hara mengangkat era Juergen Klopp sebagai contoh nyata perpaduan ideal antara gaya bermain atraktif dan kesuksesan meraih trofi. Di bawah Klopp, Liverpool dikenal dengan sepak bola intens, agresif, dan penuh energi—sering disebut sebagai ‘rock and roll football’.

 

“Kalau Anda ingin bicara soal sepak bola indah, berikan saya Juergen Klopp. Itu adalah sepak bola rock and roll, dan yang terpenting: mereka memenangkan trofi,” tegasnya.

EMASPUTIHTOTO