Aksi Heroik Antar Frances Tiafoe Menuju Final Di Acapulco
2026-02-28 19:33:41 By Odegaard
Petenis unggulan kedelapan mengalahkan rekan senegaranya, Brandon Nakashima dengan 3-6, 7-6, 6-4 di semifinal Mexican Open yang berlangsung dramatis, di mana ia hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk meraih gelar terbesar dalam kariernya sampai saat ini.
Nakashima dengan tegang melakukan servis demi menutup pertandingan pada kedudukan 6-5 di set kedua, ketika petenis unggulan kedelapan mencapatkan keunggulan 15/40 dan memenangkan game tersebut dengan bantuan net cord winner.
Petenis unggulan kedelapan membangun kembali menghadapi momen yang menegangkan, di mana ia unggul 6/3 sebelum hampir kalah pada kedudukan 6/6. Pantang menyerah, petenis unggulan kedelapan pun menemukan jalan untuk menyamakan kedudukan satu set sama.
Petenis peringkat 28 dunia mengkonversi satu dari empat peluang break point yang ia ciptakan di game pembuka set penentu. Setelah mematahkan harapan Nakashima dengan dua peluang break lain di set tersebut, petenis unggulan kedelapan kini semakin unggul dengan 6-1 dalam head to head mereka setelah berjuang selama 2 jam 49 menit.
“Luar biasa. Bintang-bintang benar-benar sejajar,” seru Tiafoe. “Segalanya mulai masuk akal ketika saya tertinggal, beberapa kali mengenai net. Saya berhasil mengembalikan semua bola pada kedudukan 5-6 [di set kedua]. Jelas saya tidak merasa dalam kondisi terbaik, tetapi saya tetap berjuang dan berkompetisi, terkadang anda beruntung. Saya bermain tenis dengan sangat baik di set ketiga.”
“Jangan pernah menyerah. Saya siap mengerahkan seluruh tenaga dan melihat apa yang terjadi.”
Ini bukan kemenangan dramatis pertama Tiafoe pekan ini. Ia menyelamatkan dua peluang match point di babak kedua untuk mengalahkan Aleksandar Kovacevic. Berambisi meraih gelar keempat dalam kariernya, ia akan menghadapi petenis unggulan kelima, Flavio Cobolli di final Mexican Open. Sampai saat ini, ia unggul 2-0 dalam head to head melawan petenis berkebangsaan Italia.
Petenis berkebangsaan Italia, Cobolli juga meraih kemenangan yang sulit ketika ia mengalahkan petenis berkebangsaan Serbia, Miomir Kecmanovic dengan 7-6, 3-6, 6-4 di semifinal yang berlangsung selama 2 jam 26 menit.
Petenis berusia 23 tahun, Cobolli sempat tertinggal dengan 1-3 di set penentu sebelum memenangkan lima dari enam game berikutnya untuk melenggang.
Cobolli adalah petenis berkebangsaan Italia ketiga yang mencapai tiga final turnamen ATP level 500 sejak seri tersebut dimulai pada musim 2009, bergabung dengan Jannik Sinner (9) dan Fabio Fognini (3). Jika ia memenangkan gelar di Acapulco, ia bisa melampaui peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat 17 dunia.
Sedang Tayang
🔥 Populer